JaranTamasa011_040

ReadAboutContentsVersionsHelp
31

31

Sayang menaruh lara nestapa // Pucat kurus seperti bertapa Janganlah tuan ingatkan rupa // Tuan (h)iburkan supaya lupa

Janganlah tuan sangat bercinta // Serahkan diri kepada dewata Aduh pangeran emas juwita // Semenalah membuang air mata

Apatah sudahnya dengan menangis // Menjadi balut mata yang manis Malis* kurus asal manjelis (majelis) // Sayangnya paras bagai ditulis

Besarnya sangat hati beta // Harapkan tuan jadi mahkota Melihat akan tuan sangat bercinta // Beta pun gundah di dalam cita

Telah menengar pengajaran(?) Jaka // Katanya sungguhlah katamu kakak Daripada aku orang celaka // Jadilah kekanda menampung duka

Sudah untung apakan daya // Kehendak Dewata Mulia Raya Lupakan kakak (a)kan rupa ia // Makin teringat pula (a)kan dia

Marilah kakak kita pergi gerang // Melihat kekanda di [jalan?] sekarang Kalau sudah gerangan ia datang // Kerana hari pun hampir petang

Turun(?) berjalan Jaran Tamasa // Berkain putih lusuh ba[ha]sa

oleh hatinya...

Last edit 2 months ago by Siri Kaba
32

32

Oleh hatinya sangat binasa // Seperti orang yang putus asa

Berkeris pendek ke[n]dayan gading // Bercincin pemanis tiada bersunting Menambah manis tiada berbanding // Tubuhnya kurus pinggangnya ramping

Mukanya pucat sedu rupanya // Merawankan hati barang lakunya Diiringkan oleh hamba sahayanya // Berjalan menuju rumah saudaranya

Adapun akan Gagak Rajasa // Datang dari berjudi [keserangan?] rasa Olehnya alah itu kerama(1) basa // Bertemu di jalan dengan Jaran Tamasa

Jaran Tamasa mendapatkan saudaranya // Sambil menyembah seraya bertanya Kekanda berjudi sangat lamanya // Banyak gerangan menang taruhannya

Sahut Gagak Rajasa seraya memandang // Tiadalah tuan kekanda menang Hati kekanda sangat bimbang // Oleh tuan sakit itulah gerang

Muka tuan pucat dan buntang // Kurus sangat pula kupandang Aria ningsun paras gemilang // Jangan tuan berhati walang

Sayang adikku muda teruna // Gila berahi tiada semena Janganlah pula gundah gulana // Seperti orang terkena guna(2)

Last edit 3 months ago by Mulaika
33

33

Jika demikian juga kelakuan // Entahkan gila gerangan tuan Sayangnya adikku muda bangsawan // Apatah sudahnya dengan merawan

Jaran Tamasa mengeluh seraya berkata // Sambil berlinang air mata Jika kekanda kasihkan beta // Pinangkan adik Gajah Seberata

Jika tiada beroleh Ken Lamlam Arsa // Matilah beta di dalam rasa Dengan penyakit inilah beta binasa // Terlalu belas Gagak Rajasa

Kasihan menengar kata saudara // Seperti memberi bertambah gembira Berkata dengan nyaring suara // Kakak nan tiada banyak bicara

Sungguhpun kakak banyak bini // Diambil dengan gagah berani Dengan keris senjata kekanda ini // Barang kehendak kakak [kahwini?]

Isteri kekanda tujuh orang // Tiada dipinang barang seorang diambil dengan gagah berang // Tiada dapat siapa menggalang

Tiada boleh dengan dipinang-pinang // Kekanda ambil dengan berparang [berperang?] Siapa pun tiada kekanda bilang // Tiada beta[h] kakak berhati walang

Menengar kata Gagak Rajasa // Terlalulah suka Jaran Tamasa

bertambah berani..

Last edit 3 months ago by Mulaika
34

34

Bertambah berani kepada rasa // Tiadalah ia takut binasa

Seperti disepuh rasa berahinya // Seperti tiada tertahan rasanya Tiadalah lagi banyak bicaranya // Hendak menurut kehendak hatinya

Terlalulah sangat sukacita // Seperti mendapat gunung permata Sambil tersenyum is berseloka // Bagaimana bicara kekanda akan beta

Adalah sedikit yang beta sangka // Kalau Gajah Seberata tiada suka Seri Betara pun kalau dimurka // Gusarlah kakak Baik Santika

Gagak Rajasa tertawa seraya berkata // Adinda jangan berdukacita Jika tak suka Gajah Seberata // Kekandalah ada menemani serta

Janganlah tuan berhati walang // Kekandalah kelak serta hilang Berapakah gagah berani orang // Kita pun anak hulubalang

Tuan jangan banyak bicara // Tiadakan murka Seri Betara Jika [p-d r?] Gajah Seberata angkara // Kita pun ada dua bersudara

Berapa beraninya di dalam perang // Maki(n) hendak berbuat garang Kakandalah keluar akan menggalang // Bermain senjata sama seorang

Last edit 3 months ago by Mulaika
35

35

Tuan budak muda bangsawan // Biarlah kakak ganti melawan Aria Ningsun emas tempawan // Janganlah tuan berhati rawan

Janganlah tuan berosak hati // Biarlah kakak dahulu mati Biar dimurkai Seri Bupati // Kehendak tuan kakak turuti

Telah menengar cakap saudaranya // Makin bertambah keras hatinya Malam inilah baik ketikanya // Kita pergi ke rumahnya

Gagak Rajasa pun tertawa memandang // Baiklah tuan kelak petang Marilah tuan pada kekanda sekarang // Kakak teman pergi sekarang

Kerana tuan tiada biasa // Permainan [perlente(1)] tandang desa Ilmu penjurit hina bangsa // Terlalulah suka Jaran Tamasa

Jaran Tamasa suka tertawa // Muka yang pucat manis se[m]bawa(2) Kakanda kita pergi berdua // Meninggal teman tidak dibawa

Berkata pula Gagak Rajasa // Tahukah tuan tempat Lamlam Arsa Disahut oleh Jaran Tamasa // Tempat tidur tahulah rasa

Lamun ia pergi pada saudaranya // Pada pihak timur tempat tidurnya

Last edit 3 months ago by Mulaika
Records 31 – 35 of 61