JaranTamasa011_040

ReadAboutContentsVersionsHelp
11

11

Seperti sungguh rasa hatinya / Ia berkata dengan tangisnya

Aduh sunan emas tempawan / Janganlah tuan berkata demikian Jika diturutkan hati tuan / Apatah jadi beta sekian

Bagaimana gerang kekanda kedua / Memandang tuan utama jiwa Dijauhkan dewata kiraan jua / Jangan tuan beroleh kecewa

Baik juga tuan lipurkan / Bawa bermain tuan hiburkan Mari kita bermain ke pekan / Berahi itu jangan tuan turutkan

Tuan nan bagus muda perwira / Semena tuan menaruh lara Terlalu ramai konon pasara(1) / Orang bermain kita segera

Telah menengar kakak Renjaka / Di dalam hatinya benar juga Katanya sungguh bicaramu kakak / Kalau hilang hati yang duka

Marilah sungguh kita pergi kakak / Mendapatkan kakak Baik Santika Turun berjalan diiringkan Renjaka / Lalu ke rumah sira andika

Telah sampai ke rumah kekanda / Gagak Rajasa pun bersama ada Ditegur adiknya seraya bersabda / Marilah duduk ke sini adinda

Last edit 3 months ago by Mulaika
12

12

Dari mana datang emas tempawan / Sehari ini tiada kelihatan Mengapakah pucat muka tuan / Seperti menaruh kepiluan

Jiwa yang manis pun duduk menyembah / Laku laksana bunga digubah Beta nan datang dari rumah / Hendak mengadap tuan apalah

Makan sirih seraya berkata / Suatu pun tiada gundah dicita Hilanglah ngilu kepala beta / Maka tiada mengadap Sang Nata

Berkata pula Baik Santika / Haruslah tuan tiada suka Pucat unas [?] kulihat muka / Memberi belas di hati kakak

Dipeluk saudaranya dengan kepiluan / Mengapa gerangan hatiku tuan Terlalu sekali belas dan kasihan / Melihat adikku yang demikian

Janganlah jauh hati adinda / Sungguhpun tiada ayah dan bonda Apakah kehendak di dalam dada / Tuan katakan kepada kekanda

Hatiku belas tiada terperi / Kerana belum tuan berumah sendiri Adakah mahu tuan beristeri / Biarlah kakak pinangkan beri

Disahut oleh Gagak Rajasa / Inilah beta silu rasa

Last edit 3 months ago by Mulaika
13

13

Selagi belum beristeri Jaran Tamasa // Ia nan budak tiada tahu bahasa /

Jaran Tamasa pun berupa pilu // Menengar kata saudaranya rasanya silu / Hendak berkata ia nan malu // Tunduk mengeluh menyelesai ulu [?] /

Berfikirlah ia diri sendiri // Rasanya rawan tiada terperi / Jika sepuluh pun diberi isteri // Masakan [sama] dengan yang kuberahi /

Jika tiada boleh kehendak sendiri // Inginlah duduk seorang diri / Seumur hidup tiada beristeri // Biarlah mati di dalam berahi /

Rasa hatinya tiada berketahuan // Masyghulnya tampak di muka kelihatan / Dibawa bergurau dilayankan // Dalam hatinya sangat keberatan /

Olehnya sangat menaruh duka // Tiadalah bermain gurau jenaka / Duduklah berkata ia ketika // Tersenyum berkata Baik Santika /

Esok baginda berangkat ke hutan // Hendak mengadang perburuan / Adinda kedua marilah tuan // Kita mengiring pergi ke hutan /

Adinda Jaran Tamasa menyahut kata // Beta tak boleh mengiring Sang Nata / Kerana ngilu kepala beta // Tiada boleh berjalan serta /

Last edit 3 months ago by Mulaika
14

14

Lamun hilang penyakit yang ada // Dapat sedikit gelak adinda /

Kemudianlah beta mendapat kekanda // Serta mengadap duli baginda / Baik Santika belas dan cita // Pada Gagak Rajasa ia berkata /

Dindalah gerangan pergi serta // Mengiringkan [tela(m)pakan]? duli Sang Nata / Gagak Rajasa pun maka tertawa // Sebab berkata manis se[m]bawa

Beta pun tak boleh mengiring jua // Karena sudah berjanji dua / Hendak berjudi ke pesara(1) // Bertaruh memberi anak dara /

Datang dari sana kelak manira // Beta mengadap Seri Betara / Baik Santika suka tertawa // Baik-baik adinda jangan kecewa /

Segera pergi adinda kedua // Seri Betara menanti adinda jua / Telah hari hampirkan petang // Keduanya menyembah bermohon pulang /

Serta datang Jaran Tamasa // Berbaring dengan letih dan lesa / Menahan berahi tiadalah kuasa // Sepertikan matilah kepada rasa /

Telah malam sudahlah hari // Tiadalah kelihatan dirinya [pegari(2)]?

Last edit 3 months ago by Mulaika
15

15

Segala pohon kayu berbanjari / Berselang pohon naga sari

Bintang pun banyak bertaburan / Seperti bunga melur pada rambut perempuan/ Seperti rambut orang yang diberahikan / Kepada rasa orang yang rawan/

Awan seperti tirai yang putih / Ditiup angin habis menyisih/ Cerai berai terlalu persih(1) / Tampaklah bulan seperti kekasih/

Baharu terbit daripada awan / Cahayanya persih kilau-kilauan/ Telah tampak sudahlah bulan / Seperti yang diberahinya dengan perhiasan/

Bersinar cahayanya gemerlapan / Pada segala pohon [ka? tampal? tan?]/ Kena embun kilau-kilauan / Makanya bertambah rasanya rawan/

Seperti canggai orang baik paras / Memakai kampuh jangka pengaras(2)/ Seperti bunga disunting mengaras / Angin bertiup terlalu keras /

Seperti bunga kembang sejambak / Baunya harum seperti [makhalambak?]/ Bercampur dengan mayang wangi pulak / Luruh berkapar di tanah berlambak/

Berbaulah bunga semendarasa kembang / Bunga cempaka diserang kumbang/ Merdu manis tiada tertumbang / Seperti membujuk paras gemilang/

bunyi berdengung.../

Last edit 3 months ago by Mulaika
Records 11 – 15 of 61